detik per detik
Indeks
banner 400x130

Pelatihan Fardhu Kifayah di Masjid Al Muhajirin Helvetia Diikuti 37 Peserta, BMI Kota Medan Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Pengurusan Jenazah.

Detikpers.my.id

banner 120x600

MEDAN, Rabu, 10 Juni 2026 -detikpers.ny.id  – Sebanyak 37 peserta mengikuti kegiatan Pelatihan Fardhu Kifayah Praktik Memandikan dan Mengkafani Jenazah yang diselenggarakan oleh Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan bekerja sama dengan BKM Masjid Al Muhajirin Perumnas Helvetia, Selasa (9/6/2026), di Masjid Al Muhajirin, Jalan Kamboja 13 Blok 4, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

 

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu Fardhu Kifayah dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, mewakili panitia sekaligus Bilal Kecamatan Helvetia, Ibu Srimawati Salamah berpesan kepada seluruh peserta agar terus meningkatkan dan memperbarui pengetahuan tentang Fardhu Kifayah.

 

“Sebagai Bilal, kita harus terus meng-upgrade ilmu dan wawasan tentang Fardhu Kifayah. Jika tidak dibekali ilmu yang memadai, maka pekerjaan yang kita lakukan tidak akan maksimal, bahkan bisa tidak sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” ujarnya.

Sementara itu, Trainer sekaligus Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menegaskan bahwa mempelajari ilmu Fardhu Kifayah merupakan kewajiban yang sangat penting bagi umat Islam.

 

Menurutnya, apabila ada anggota keluarga yang meninggal dunia, maka pihak yang paling berhak dan lebih utama (afdhal) mengurus jenazah adalah keluarga sendiri, bukan Bilal.

“Fungsi Bilal sebenarnya adalah membantu dan membimbing. Keluargalah yang memegang peran utama dalam pengurusan jenazah. Karena itu, masyarakat perlu memahami dan memiliki kemampuan dasar dalam pelaksanaan Fardhu Kifayah,” jelas Amir Husin.

 

Ia menambahkan, BMI hadir untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tanggung jawab pengurusan jenazah pada dasarnya berada di tangan keluarga. Selama ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa seluruh proses Fardhu Kifayah merupakan tugas Bilal semata.

Amir Husin menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan mengenai hal tersebut. Apabila keluarga mampu dan memiliki pengetahuan yang cukup, maka keluarga sendirilah yang lebih utama mengurus jenazah. Namun apabila tidak mampu karena berbagai alasan, barulah tugas tersebut dapat diserahkan kepada Bilal yang amanah dan memiliki kompetensi di bidang Fardhu Kifayah.

 

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, BMI Kota Medan juga berupaya mencetak kader-kader baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai regenerasi Bilal di masa depan.

 

“Kami berharap dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Kota Medan khususnya dan Indonesia pada umumnya memiliki Bilal-Bilal yang tangguh, profesional, serta siap melayani masyarakat selama 24 jam, termasuk dalam kondisi darurat maupun penanganan jenazah dengan kondisi khusus,” tambahnya.

 

Pada kesempatan tersebut, pengurus BMI Kota Medan juga berharap Pemerintah Kota Medan dapat memberikan dukungan dengan membuka ruang pelatihan Fardhu Kifayah di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan.

 

Menurut mereka, kegiatan pelatihan seperti ini sudah cukup lama tidak dirasakan masyarakat sejak wafatnya almarhum Drs. H. Lahmuddin Ritonga, yang selama hidupnya aktif mengedukasi masyarakat tentang pengurusan jenazah.

 

Melalui kegiatan ini, BMI Kota Medan berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya ilmu Fardhu Kifayah sehingga mampu menjalankan kewajiban tersebut sesuai syariat Islam, sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Medan, “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan.”

Redaksi

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *