MEDAN , detikpers.my.id – Andreas Sitanggang resmi dilantik sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Santo Bonaventura Periode 2026–2027 dalam pelantikan Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium beserta Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura yang digelar pada Rabu (10/6/2026).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses estafet kepemimpinan organisasi sekaligus momentum memperkuat komitmen kader PMKRI dalam mengabdi kepada Gereja, bangsa, dan negara.
Mengusung tema “Solid dalam Akar, Progresif dalam Gerakan Menuju Regenerasi Kepemimpinan yang Berkualitas dan Loyalitas”, kegiatan ini menjadi refleksi sekaligus arah gerak organisasi dalam menjaga nilai-nilai dasar PMKRI serta menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh Pengurus Pusat PMKRI yang diwakili Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PMKRI Pusat Periode 2024–2026, serta para kader dan anggota PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura.
Dalam sambutannya, Andreas Sitanggang menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak dalam sikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, PMKRI sebagai organisasi kaderisasi dan organisasi perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan terlibat langsung dalam melihat serta menjawab kondisi masyarakat, khususnya di Kota Medan.
Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan peneguhan tanggung jawab kader dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ini adalah peneguhan panggilan perjuangan. PMKRI Cabang Medan akan tetap berdiri sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah. Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tetapi kami juga tidak akan ragu mengkritik ketika pemerintah gagal menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Andreas.
Lebih lanjut, Andreas menyampaikan bahwa PMKRI Cabang Medan akan terus melakukan pengawasan terhadap berbagai kebijakan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kritik yang disampaikan PMKRI merupakan bentuk kecintaan terhadap Kota Medan sekaligus upaya memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat.
“PMKRI tidak akan menjadi organisasi yang hanya diam dan menonton. Kami akan hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, mengawal kebijakan publik, dan memastikan suara rakyat tidak diabaikan oleh para pengambil kebijakan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Andreas mengajak seluruh kader PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam setiap agenda organisasi. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan roda organisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, melainkan tanggung jawab bersama seluruh kader PMKRI.
(Willyam Pasaribu)







